Selamat Datang di Halaman Blog Polres Sumbawa Barat | Link ke polri.go.id | Telah launching sms dan telephone pengaduan masyarakat di nomor 081915998885 sehingga bagi anda yang memiliki informasi kriminal silakan sms ke nomor tsb dan akan segera kami tindak lanjuti. Hubungi kami untuk informasi tempat - tempat vital di KSB | Gabung di Facebook Polres Sumbawa Barat "ANGGOTA POLRES KSB" untuk mendapatkan berita dan informasi kegiatan terbaru di wilayah hukum Polres Sumbawa Barat

Selasa, 03 Mei 2011

Bandar Arisan Masih Diburu

TALIWANG-Polres KSB masih memburu En (inisial), bandar arisan yang saat ini kabur keluar daerah.

Kapolres KSB AKBP Hadi Gunawan kepada wartawan kemarin menjelaskan, Polres KSB sudah melalukan berbagai upaya untuk mengendus keberadaan En, bandar arisan yang sejak beberapa pekan terakhir sudah dimasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian hingga kini belum diketahui keberadaanya. ‘’ Kita sudah melakukan koordinasi dengan Mabes Polri untuk mengungkap keberadaan En,’’ katanya.

Selain memburu En, polisi juga mulai mempersempit gerakan pelaku selama pelarian. Beberapa nomor rekening yang dimiliki En di beberapa bank sudah diajukan untuk diblokir. Dari informasi tersebut, diketahui ada dua nomor rekening yang dimiliki pelaku. Satu atas nama pelaku sendiri dan atas nama suami. ‘’Kita sudah minta pihak bank melakukan pembekuan dua nomor rekening tersebut,’’ jelasnya.

Sampai saat ini puluhan agen yang bekerja pada En, masih mengamankan diri di Polres KSB. Para agen ini merupakan tangan kanan pelaku yang bertanggung jawab penuh untuk menarik dan mengumpukan uang arisan. ‘’Mereka (agen) sampai saat ini masih mengamankan diri meminta perlindungan polisi,’’ tandasnya.

Apakah ada kemungkinan para agen tersebut ditetapkan sebagai tersangka? Dalam kasus itu para agen ini juga bisa ditetapkan sebagai tersangka, hanya saja sejauh ini polisi masih melihat mereka juga sebagai korban. Saat ini kepolisian masih melakukan berbagai upaya untuk menuntaskan kasus tersebyt, diantaranya melakukan pendataan

terhadap asset dan semua kekayaan yang dimiliki para agen yang nantinya digunakan untuk menganti uang milik para korbannya. ‘’Kalau para agen ini punya kekayaan dan sanggup mengembalikan kerugian itu, mereka tidak diproses, apalagi sejauh ini para korban itu hanya meminta uangnya kembali,’’ jelasnya.

Disisi lain untuk menghindari adanya penipuan seperti ini, perwira menengah polri ini berharap masyarakat berhati-hati, jangan tergiur dengan bisnis atau adanya pihak tertentu yang meminta dan menjanjikan usaha dengan keuntungan berlipat ganda. ‘’Jangan percaya dengan usaha yang tidak masuk akal, seperti modus penipuan yang terjadi saat ini,’’ harapnya.

Diakuinya, bisnis arisan yang dilakukan En ini tergolong rapi dan mampu membuat korbannya terlena, dimana En selalu memberikan keuntungan sesuai yang dijanjikan kepada para korban terutama pada saat penarikan pertama kedua dan ketiga namun begitu melihat korbannya terlena, pelaku langsung mengambil kesempatan untuk kabur.

‘’Yang rugi nanti masyarakat sendiri, makanya saya menghimbau masyarakat untuk waspada dan tidak mudah percaya dengan hal-hal seperti itu,’’ pintanya.(far)

sumber : lombokpost.co.id

Polda Patroli Berkuda

MATARAM—Selain bersepeda, Polda NTB mulai berpatroli dengan kuda. Untuk kali pertama, patroli dengan menunggang kuda dilakukan kemarin. Patroli bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) itu dipimpin langsung Kapolda NTB Brigjen Pol Arif Wachyunadi yang menggunakan sepeda. Ikut juga para pejabat tinggi polda lainnya.

Patroli itu dimulai dari depan Mapolda NTB. Setelah mendengarkan sambutan kapolda, seluruh pasukan yang berbaris rapi berjalan ke arah timur. Kapolda sendiri dengan pakaian olahraga mengayuh sepeda lengkap dengan helm pengaman.

Dari depan mapolda, rombongan Jalur Udayana, dilanjutkan ke wilayah Karang Baru. Selanjutnya menuju kantor Gubernur NTB, kemudian berputar melewati samping Makodim 1606 Lombok Barat dan kembali ke mapolda.

Kabid Humas Polda NTB AKBP Sukarman Husein yang ditemui usai patroli mengatakan, patroli menggunakan kuda memang baru kali pertama dilakukan. Sekaligus sosialisasi kepada masyarakat, untuk selalu menjaga dan menciptkan kebersamaan. ‘’Ini patroli yang unik sekaligus yang pertama, karena biasa kita menggunakan mobil dan kendaraan lainnya,’’ katanya.

Patroli kali ini akunya, memberikan warna dan suasana baru. Layaknya berpatroli di zaman kerajaan karena pasukan berkuda lengkap dengan pakaian dinas mengitari Kota Mataram. ‘’Patrolinya heboh sekali. Ini hal yang asing. Apalagi kapolda sendiri ikut berpartisipasi dalam patroli,’’ kata Sukarman.

Menurutnya, hal terunik sepanjang patroli tersebut dimana pasukan dengan gagah mengendarai kuda dan sepeda mengelilingi Kota Mataram. ‘’Patroli asing ini, juga memberikan kesan baru di masyarakat, untuk tetap menjaga dan melestarikan budaya,’’ terangnya.

Selain itu lanjutnya, patroli ini menghilangkan asumsi sebagian orang terhadap polisi, yang diidentikkan dengan style yang ekslusif. ‘’Kita juga bosan berada di mobil terus, sekali-sekali kita berpatroli menggunakan kendaraan yang sedikit menguras tenaga. Sekalian olahraga lah. Sudah lama tidak keluar keringat,’’ katanya. (cr-mis)

sumber : lombokpost.co.id

Senin, 02 Mei 2011

2010, Laka Lantas KSB Meningkat

SUMBAWA -- Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) di Sumbawa Barat (KSB) tahun 2010 meningkat drastis. Dibandingkan tahun 2009 yang hanya 46 kasus, tahun 2010 angka lakalintas mencapai 90 kasus. Hal ini disampaikan Kasat Lalulintas Polres KSB AKP Eliantoro Jalmaf,Sik saat berkunjung ke Polres Sumbawa Sabtu lalu.
Meningkatnya angka lakalantas menurutnya disebabkan berbagai faktor. Salah satunya adalah faktor jalan yang masih banyak rusak. ‘’Titik rawan di Seteluk dan dalam Kota Taliwang,’’ jelasnya.
Selain itu kesadaran masyarakat pengguna jalan yang masih rendah. Terakhir sepanjang jalan masih kurang rambu-rambu lalulintas.
Yang patut disyukuri, triwulan pertama pada tahun 2011, jumlahnya menunjukkan tren menurun. Hingga akhir April, baru terjadi 12 kasus. Hal ini bisa jadi dengan semakin giatnya anggota Satlantas melakukan operasi. Dalam kegiatan ini lebih kepada menyadarkan masyakarat tentang arti penting keselamatan diri dalam berkendaraan.
Eliantoro menambahkan, Satlantas Polres KSB saat ini sudah menerapkan pelayanan masyarakat secara online. Bekerja sama dengan Dinas Dukcapil, misalnya, dalam pembuatan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) data pemohon bisa langsung terlihat di data base Polres. ‘’Bahkan sampai berapa kali dia pernah kena tilang, langsung terlihat,’’ jelasnya.
Terkait  dengan kunjungan ke Polres Sumbawa, Eliantoro mengaku atas undangan Kasat Lantas Polres Sumbawa. ‘’Kalau itu, tanya langsung pada beliau ini (Kasat Lantas Sumbawa),’’ ujarnya sambil menepuk pundak rekannya.
Kasat Lantas Sumbawa Iptu Suyasa menjelaskan, mengundang rekannya dari KSB adalah untuk mensinkronkan data laka lalulintas, dengan yang ada di Perusahaan Asuransi PT Jasa Raharja. ‘’Upaya ini dilakukan karena ada selisih data laka lantas di kami dengan yang ada di Jasa Raharja,’’ ujarnya.
Terjadinya selisih ini, karena setiap kecelakaan yang terjadi, tidak semua korban melaporkan klaim asuransi yang didapatkan. Selain itu, terjadi juga akibat pelimpahan klaim, yakni korban kecelakaan yang melakukan klaim dari luar daerah. ‘’Namun selisih ini tipis saja,’’ ujar Kasat yang akrab dengan wartawan ini. (jar)

sumber : lombokpost.co.id