Selamat Datang di Halaman Blog Polres Sumbawa Barat | Link ke polri.go.id | Telah launching sms dan telephone pengaduan masyarakat di nomor 081915998885 sehingga bagi anda yang memiliki informasi kriminal silakan sms ke nomor tsb dan akan segera kami tindak lanjuti. Hubungi kami untuk informasi tempat - tempat vital di KSB | Gabung di Facebook Polres Sumbawa Barat "ANGGOTA POLRES KSB" untuk mendapatkan berita dan informasi kegiatan terbaru di wilayah hukum Polres Sumbawa Barat

Senin, 08 Agustus 2011

Massa yang Blokade Jalan Dibubarkan

Blokade jalan negara dan akses road kilometer delapan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) yang dilakukan warga lingkar tambang selama hampir sepekan berakhir, kemarin.

Ratusan massa yang protes dipicu penerimaan karyawan PTNNT dan sub kontraktor permanen dibubarkan aparat.

Pembubaran paksa ini dimulai pagi sekitar pukul 08.30 Wita. Ratusan personel Brimob dan anggota Polres KSB dikerahkan untuk membubarkan massa yang berkumpul di Terminal Utama Gate (Pintu) Benete, Kecamatan Maluk dan akses road kilometer delapan poin lima, Desa Sekongkang Bawah, Kecamatan Sekongkang.

Pantauan Lombok Post, ratusan aparat keamanan sejak awal disiagakan di Terminal Benete. Dengan serangam lengkap, aparat yang dilengkapi pakaian anti huru hara ini mulai menyisir dan mendesak mundur ratusan massa yang masih bertahan di sekitar terminal. Pembubaran ratusan massa ini berlangsung aman. Para pendemo yang mengetahui jumlah personel kepolisian cukup banyak, nampaknya keder juga dan memilih meninggalkan lokasi aksi.

Secara perlahan, ratusan massa ini digiring aparat meninggalkan lokasi. Meski terdesak, beberapa diantara massa itu masih melakukan unjuk rasa di Desa Pasir Putih. Mereka terus didesak mundur lantaran aksi mereka mengganggu arus lalu lintas. Meski tidak ada perlawanan, lima warga diamankan petugas. Kelimanya diduga mengganggu ketertiban umum, meskipun sudah diminta bubar secara baik-baik.

Demikian halnya di Desa Benete. Di tempat ini puluhan warga juga tetap nekat melakukan aksi blokir jalan, tepatnya di depan Kantor Camat Maluk. Tindakan yang sama diterapkan polisi. Beberapa orang massa termasuk kendaraan bermotor yang dinilai dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas ikut diamankan.

Di kilo meter delapan, ratusan personel Brimob Polda NTB dikerahkan untuk membubarkan secara paksa aksi warga dari Desa Sekongkang Bawah. Meski tidak sebanyak massa aksi beberapa hari sebelumnya, aparat keamanan sempat menemukan belasan warga yang tetap bertahan. Diduga, karena melihat jumlah personel aparat lebih banyak, warga secara sukarela memilih untuk kembali ke perkampungan. Aksi blokir warga di akses road ini menjadi yang paling lama. Selama aksi protes berlangsung, warga bahkan rela menginap di tempat itu dengan tujuan melakukan pemblokiran terhadap akses menuju lokasi tambang Batu Hijau itu.

Satu eskavator dikerahkan untuk membersihkan akses road delapan. Batang pohon dan beberapa benda keras yang dipalang di tengah jalan dibersihkan. Pembubaran warga ini berlangsung cukup singkat dan tanpa kendala berarti.

Sementara di Desa Goa, Kecamatan Jereweh warga masih melakukan aksi penghadangan. Bedanya, kali ini warga memilih untuk berdiam diri, mereka tidak melakukan aksi sweeping maupun penghadangan terhadap karyawan maupun fasilitas bergerak yang berhubungan dengan parusahaan asal Amerika itu.

Informasi Lombok Post, setelah aksi blokir warga berakhir, direncanakan perusahaan akan kembali melakukan operasi. Karyawan perusahaan tambang tembaga dan emas itu akan kembali bekerja.

Opsi dengan mengerahkan ratusan aparat keamanan untuk membubarkan massa aksi ini sempat dikhawatirkan terjadi bentrok. Namun kekhawatiran itu tidak terbukti. Tanpa perlawanan aparat berhasil membubarkan massa. ‘’Kami khawatir kalau terjadi bentrok akan berimbas lebih luas. Tapi alhamdulillah, pembubaran paksa itu berlangsung aman dan lancar,’’ ujar beberapa warga kecamatan Maluk, kemarin.
Pasca dilakukan pembubaran paksa, operasional PTNNT yang sebelumnya sempat terhenti akhirnya kembali berjalan normal.

PTNNT melalui siaran persnya yang diterima Lombok Post, kemarin mengatakan, pengunjukrasa yang telah membatasi akses ke tambang Batu Hijau dengan cara menutup jalan, telah dibubarkan dengan damai oleh pihak berwajib. Pihak berwajib telah memberitahukan kepada manajemen PTNNT bahwa perusahaan dapat kembali beroperasi seperti biasa dan karyawan dapat berangkat ke tempat kerja secara aman.

‘’Kami telah membatalkan proses rekrutmen karyawan dan telah menyetujui akan mengkaji keluhan serta dugaan-dugaan negatif yang dilontarkan oleh para demonstran kemarin. Kami juga akan mengkaji ulang kuota serta alokasi posisi yang akan diberikan kepada masing-masing kecamatan dan desa'', kata David Lilley, General Manager Operations PTNNT melalui siaran persnya.

Manajemen PTNNT menyampaikan terima kasih kepada instansi pemerintah dan pihak berwajib yang tetap memberi dukungan selama demonstrasi berlangsung dan telah membuka kembali jalan umum dan jalan akses menuju area tambang Batu Hijau. Manajemen juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah bekerja sama dengan perusahaan sehingga operasi PTNNT kembali berjalan dengan normal.

‘’Penghargaan kepada para karyawan yang telah berdedikasi selama masalah ini berlangsung. Kami juga berharap untuk melanjutkan kerja sama dengan masyarakat dan pemerintah untuk melaksanakan proses rekrutmen yang fair dan terbuka kembali beberapa minggu yang akan datang'', tambah David Lilley.(far/lil)

sumber : lombokpost.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar