Selamat Datang di Halaman Blog Polres Sumbawa Barat | Link ke polri.go.id | Telah launching sms dan telephone pengaduan masyarakat di nomor 081915998885 sehingga bagi anda yang memiliki informasi kriminal silakan sms ke nomor tsb dan akan segera kami tindak lanjuti. Hubungi kami untuk informasi tempat - tempat vital di KSB | Gabung di Facebook Polres Sumbawa Barat "ANGGOTA POLRES KSB" untuk mendapatkan berita dan informasi kegiatan terbaru di wilayah hukum Polres Sumbawa Barat

Senin, 13 Juni 2011

Polres KSB Amankan Pemakai Narkoba

Taliwang – Jajaran Polres Sumbawa Barat berhasil mengamankan sebuah mobil dan dua orang yang diduga sebagai pengguna narkoba, selain itu juga berhasil menyita alat penghisap narkoba jenis sabu-sabu (bong, red).
Kabag Binmas Polres KSB, AKP Bambang T kepada sejumlah wartawan membeberkan, mobil yang disita dari para pelaku adalah mobil jenis xenia bernomor polisi A 1012 DL. Didalam mobil tersebut ada empat orang, namun yang dicurigai sebagai pemakai ada dua orang.
“Dalam mobil yang menjadi barang bukti ada 4 orang, namun saat diperiksa, 2 orang sedang tertidur dan diketahui tidak menggunakan barang tersebut, sehingga dua orang tersebut untuk sementara dijadikan saksi, sementara dua orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka dan untuk sementara diamankan di Mapolres KSB,” ucap AKP Bambang.
Dua orang tersangka itu masing-masing, Endy warga asal Jakarta yang kini berdomisili di Bali, lalu Wayan S warga Bali yang kini berdomisili di Lembar Lombok Barat (Lobar), sedangkan rekan tersangka yang dijadikan saksi itu adalah, Boneng dan Bonang.
Masih keterangan AKP Bambang, penangkapan itu terjadi saat jajaran Polres Sumbawa Barat melakukan patrol di kecamatan Poto Tano dan curiga dengan mobil yang dikendarai tersangka, karena menggunakan nopol dari luar daerah. Berdasar kecurigaan itu, anggota yang sedang melaksanakan patrol mencoba untuk melakukan pemeriksaan surat kendaraan dan isi kendaraan. Dari hasil pemeriksaan, terdapat narkoba jenis sabu-sabu yang masih berada dalam bong.
Lanjut AKP Bambang, untuk mengeleminir dan mengantisipasi peredaran narkoba di Bumi Pariri Lema Bariri, diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dengan memberikan laporan kepihak kepolisian, jika melihat atau mengetahui ada yang dicurigai sebagai pengguna maupun pengedar narkoba, jenis apapun juga.(SBP-01)

sumber : www.sumbawabaratnews.com

Selasa, 07 Juni 2011

Pemda KSB dan PT NNT Mencair, Proyek DPPM Dilanjutkan

Taliwang KSB. – Keinginan bijaksana sejumlah tokoh elite masyarakat Sumbawa Barat untuk menyaksikan kembali keharmonisan hubungan yang terjalin antara Pemerintah Daerah (Pemda KSB) dengan pihak Perusahaan Multi Internasional Pertambangan Tembaga dan Emas (PT NNT) tampaknya segera terwujud. 

Arah menuju terjalinnya keharmonisan itu dapat dibuktikan dengan telah disepakatinya kelanjutan pelaksanaan sejumlah proyek yang didanai dengan  menggunakan dana pemberdayaan dan pengembangan masyarakat (DPPM) sejumlah US$ 380 juta dimana sebelumnya sempat dihentikan oleh pihak PT NNT selaku penyandang dana dengan alasan yang tidak jelas.

Dalam pertemuan yang terjadi Senin (6/6/2011) antara Pemda KSB yang diwakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), H. Amri Rahman dan kepala Bagian Hubungan Kemasyarakatan (Kabag Humas), Najamuddin Amy dengan pihak perusahaan NNT yang diwakili oleh Manager Publik Relation (PR), H. Kasan Mulyono, Senior relation, Ruslan Ahmad dan Manager Community Development (Condev), H. Wagimin Sastrahadi, akhirnya tercetus kesepakatan, pihak perusahaan PT NNT secepatnya akan merealisasikan kelanjutan proyek yang tertunda pelaksanaannya dikarenakan alasan non tehnis seperti diberitakan sebelumnya.  

 “Kita (PT NNT dan Pemda KSB) sepakat melanjutkan sejumlah proyek yang terhenti termasuk pengadaan sejumlah program pemberdayaan. Dan untuk  proyek pasar terminal Taliwang dan pasar Seteluk, kami secepatnya menyurati kontraktor pelaksana agar pelaksanaannya kembali berjalan,” terang Wagimin Sastrahady manager condev dalam pertemuan itu.

Pada kesempatan yang sama, Manager Humas PTNNT, Kasan Mulyono, secara tegas membantah adanya hubungan disharmonis antara pemerintah daerah KSB dengan pihak managemen PT NNT.

“Hubungan silaturahmi tetap berjalan baik dengan kemitraan baik dalam kaitannya kelanjutan oprasional perusahaan maupun program pemberdayaan untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya singkat.

Untuk diketahui,  dari US$ 380 juta dana DPPM yang dialokasikan PTNNT, Pemda KSB mendapat jatah 40 persen atau jika dirupiahkan senilai dengan Rp 140 miliar.  Untuk penggunaan dana tersebut, Pemda KSB telah mengajukan 11 item proyek. Dan yang telah dilaksanakan adalah program pengadaan bibit sapi, peningkatan sarana jalan dan parkir pasar terminal taliwang dan pembangunan pasar seteluk yang sempat dihentikan pelaksanaannya dengan alasan non tehnis.

Sementara itu, Kepala Bappeda Amri Rahman yang didampingi Plt.Kabag Humas, Najamuddin Amy, mengakui, Pemda KSB dan PTNNT telah sepakat untuk melanjutkan sejumlah proyek dengan baik sesuai aturan.

“Intinya silaturahmi antara Pemda dan perusahaan tetap terjalin baik. Buktinya kesepakatan antara pemda KSB denganNewmont untuk kembali melanjutkan pekerjaan yang sebelumnya tertundaseera dilaksanakan,”aku Amri yang diamini Najamudduin Amy.

Sumber : sumbawanews.com 

Sabtu, 04 Juni 2011

Pelajar 16 th Di Perkosa Ayah Kandung

“Saya diperkosa sebanyak 4 kali” 

Jumat (3/6) Polsek Brang Rea, Polres Sumbawa Barat menerima laporan masyarakat tentang pemerkosaan yang dilakukan oleh ayah kandung. Bunga (nama samaran) seorang Santriwati Pesantren di Kec. Brang Rea mengaku telah diperkosa oleh ayah kandungnya sendiri sebanyak 4 kali.

“Saya diperkosa sebanyak 4 kali”, diakui Bunga “3 kali di rumah dan yang 1 kali lagi di kebun bapak”.

Pertama kali dilakukan pada tanggal 12 Desember 2010 di rumah pelaku yang bertempat di Dsn. Seminar Salit, Ds. Persiapan Seminar Salit, Kec. Brang Rea, Kab. Sumbawa Barat. Menurut pengakuan korban, saat itu pelaku dalam pengaruh minuman keras dan korban sedang dalam keadaan sakit.

Kemudian yang ke dua dilakukan pada tanggal 13 Desember 2010 dirumahnya. Pada saat itu korban dipaksa dan ditarik ke dalam kamar oleh pelaku sampai pingsan. Pada saat korban sadar, korban mengetahui dirinya telah diperkosa karena celana dalamnya basah dan terdapat cairan warna putih kental.

Keesokan harinya, perbuatan bejat sang ayah kandung masih saja dilakukannya. Kejadian yang beruturut – turut ini dilakukan dirumah pelaku dengan cara memaksa korban untuk melayani hasrat kejamnya itu.

Terkahir dilakukan pada hari Sabtu, 28 Mei 2011. Pemerkosaan ini dilakukan di sebuah gubuk yang berada di kebun milik pelaku. Saat itu pelaku mengajak korban untuk memetik sayur dikebun, namun setiba dikebun pelaku melakukan pemerkosaan terhadap anaknya. Pada saat melakukan pemerkosaan, korban sempat menendang kaki pelaku dan berteriak namun mulutnya dibungkam.

Kejadian ini baru diceritakan oleh korban pada hari Rabu (1/6) kepada Bibi korban dan pada hari Kamis (2/6) bibi korban menceritakan kejadian ini kepada suaminya. Pada hari Jumat (3/6) Korban yang didampingi Pamannya melaporkan kejadian ini ke Polsek Brang Rea dan korban langsung diperiksa oleh Briptu Niluh Yuniartati.

Diduga pelaku hanya ingin menyalurkan hasrat seksualnya karena lbih dari 1 tahun ditinggal ke Arab Saudi oleh istrinya sebagai TKW. Rumah pelaku yang beralamat di Dsn. Seminar Salit, Ds. Persiapan Seminar Salit, Kec. Brang Rea, Kab. Sumbawa Barat ini didiami oleh Kakek Nenek Korban, Ayah Kandung korban (pelaku) dan Korban.

“Saya tidak pernah melakukan pemerkosaan terhadap anak saya” kata pelaku kepada Penyidik Pembantu Polsek Brang Rea saat diinterogasi Jumat Malam di Mapolsek Brang Rea. Namun menindak lanjuti kejadian ini pihak Kepolisian telah mengumpulkan barang bukti berupa baju, celana dalam, rok dan kasur serta hasil visum daripada korban

Sampai saat berita ini diturunkan, Pelaku sedang diamankan di Rutan Polres Sumbawa Barat untuk menghindari maen hakim sendiri dari masa yang tidak terima adanya kejadian tersebut.(pusindal)